Suatu malam ada dua orang sahabat berkeinginan untuk dapat berangkat pagi ke kantor. Sahabat A berdoa agar dapat bangun sepagi mungkin. Sahabat B berdoa agar dapat bangun jam 4 pagi, sambil memasang alarmclock di HP-nya. Apa yang terjadi?. Ternyata si A bangun kesiangan dan terlambat ke kantor, sedangkan si B bangun jam 4, sembari dapat sholat malam dan dapat pergi ke kantor tepat waktu.
Pentingnya sebuah visi akan membawa kesuksesan di kemudian hari. Allah berfirman “Dan perhatikanlah apa yang akan engkau kerjakan esok hari…”.
Karenanya, setiap orang harus mempunyai pedoman yang kuat dan nyata tentang bagaimana kondisi finansial ke depan. Sebagai contoh pada usia ke-25, harus sudah lulus kuliah dan bekerja. Pada usia ke-30 harus sudah menikah. Pada usia ke-45 berangkat ke tanah suci dan seterusnya. Ini semua membutuhkan perencanaan yang matang dan tentu saja semua perencanaan akan kembali pada ALLAH yang menentukan.
Ketika bekerja apalagi sudah berkeluarga akan ada kebutuhan-kebutuhan di luar pos pengeluaran rutin, misalnya pergi ke dokter, menjenguk tetangga yang sakit, membayar iuran anak untuk rekreasi di sekolahnya dan sebagainya semua ini jika tidak diantisipasi dengan baik akan menimbulkan pembengkakan pengeluaran bulanan. Untuk itu, dibutuhkan sebuah pos penerimaan di luar pos penghasilan rutin.
“Wah, hidup sekarang makin susah, sudah gaji nggak naik, harga minyak tanah naik…!”, keluh seorang ibu ketika antre minyak tanah beberapa pekan yang lalu. Gaji sebagai penghasilan rutin terkadang tidak mampu mengcover biaya hidup.
Rasulullah sebagai teladan kita, mengawali ‘kariernya’ sebagai penggembala kambing, kemudian meningkat menjadi pedagang yang menjelajahi negara tetangga. Sebagai pedagang “internasional” tentu saja kondisi ekonominya sangat mapan. Sebagai gambaran saat menikahi Siti Khadijah, mas kawinnya adalah 100 ekor onta. Jika dibandingkan dengan kendaraan saat ini bisa disejajarkan dengan mobil karena memang alat transportasi daratan yang ada saat itu adalah onta.
Inilah pentingnya “Kecerdasan Spiritual Finansial” yang dapat mengantarkan seseorang beribadah dengan tenang karena memang kebutuhan duniawi sudah tercukupi. Banyak kisah-kisah kontemporer yang telah berhasil memadukan kecerdasan Spiritual dengan kecerdasan Finansial yang dapat menginspirasikan hidup. Salah satunya adalah member mailing list yang sedang Antum baca ini…..yang berinisial “A”
Wallahu ‘alam


















