Sudah hampir satu tahun, Salah satu negeri yang terletak di kawasan timur tengah, berada dalam kondisi mencekam. Sejak Maret 2011 awan hitam membumbung menyelimuti negera Suriah. Mungkin ini adalah titik kulminasi dari penderitaan yang sudah dirasakan oleh penduduk Negara Suriah sejak dipimpin oleh rezim keluarga dari tahun 1970 hingga kini. Sudah sekitar 40 tahun rezim bapak-anak begitu represif menekan penduduk Negara Suriah dengan kekuatan yang dimilikinya. Adalah Hafez Al-Assad yang memulai pencengkraman atas Negara Suriah, sebelum sampai saat ini dilanjutkan kediktatorannya itu oleh anaknya sendiri yang memiliki latar belakang seorang dokter mata, Bassar Al-Assad.

Tidak ada perbedaan yang signifikan ketika Suriah dipimpin oleh Hafez Al-Assad dengan Bassar Al-Assad. Yang dirasakan oleh Negara yang mayoritas terdiri dari entitas ahlus sunnah wal jama’ah ini tidak jauh berbeda dibawah kepemimpinan dua orang tersebut. Dengan kendaraan politik yang begitupowerful, Partai Ba’ath yang berideologikan sosialis, meletakkan kuku-kuku tajamnya di Negara ini dengan menyikut partai-partai lain untuk duduk di kursi pemerintahan, atau dengan kata lain sistem pemerintahan yang digunakan oleh rezim Al-Assad adalah sistem satu partai. Sehingga dipaksakan ideologi sosialis untuk membungkus Negara para ulama’ itu. Lanjut membaca
Strategis Secara Geografis