Rahasia Ibadah Generasi Shalih

Sesungguhnya amal shalih memiliki buah yang sangat banyak baik di dunia maupun di akhirat. Salah satu buah amal shalih di dunia adalah jiwa ini merasakan kelezatan atas segala kelezatan.  Sebagaimana dikatakan Syaikh Ibnu Taimiyah rahimahullah, bahwa setiap kecintaan dan kebencian memiliki dua konsekuensi, kelezatan dan rasa sakit. Ketika seseorang mendapatkan sesuatu yang dicintainya ia akan merasakan kelezatan dan ketika berpisah dengannya dia akan merasakan sakit. Ada tiga macam kelezatan di dunia:

Pertama, Kelezatan jasadi, seperti nikah, badan sehat, dan semisalnya. Lanjut membaca

Sejarah, cermin bagi Muslimin

“Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah”

Kata-kata ini menjadi sangat bersejarah tatkala orang nomor wahid di republik ini mengungkapkannya dalam salah satu pidato heroiknya. Soekarno, presiden pertama NKRI. Mengingatkan kepada bangsa Indonesia akan pentingnya sejarah perjalanan bangsanya sendiri. rangkaian kata yang menyulut semangat nasionalis yang independen. Potret sebuah bangsa yang memiliki orator sekaligus penentu kebijakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Semenjak 60an tahun silam, bangsa Indonesia menjadikannya sbagai semangat. Tetapi bukan itu yang ingin saya sampaikan dalam suasana heroik ini. Sejarah bangsa Indonesia tidak terlepas dari peran umat Islam yang pada kenyataannya merupakan kaum penentang akan penjajahan di bumi pertiwi. Ya, kaum Muslim Nusantara dalam masing-masing wilayah tempat tinggalnya. Tidak mengakui kekuasaan yang dimiliki orang asing (apalagi Nasrani). Inilah, sejarah bangsa Indonesia semenjak dahulu. Terlepas adanya pengaruh kepercayaan lain seperti Hindu, Budha, maupun Animeisme.

“Apakah mereka tidak menjelajahi bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang dialami) orang-orang yang sebelum mereka? Orang-orang yang lebih kuat daripada mereka (sendiri).” (Q 30:09) Lanjut membaca

Ad diinu nashihah, Agama adalah nasehat

nasehati aku di kala kita hanya berdua
jangan meluruskanku di tengah ramai
sebab nasehat di tengah banyak manusia
terasa bagai hinaan yang membuat hatiku luka
:: Asy Syafi’i, Diwan ::

Dalam salah satu segi, menjaga harmoni memang berarti menghindari konflik. Lebih baik diam daripada menyampaikan gagasan atau pendapat malah memperkeruh suasana. Lebih baik mengalah dariipada kemenangan yang kkta raih melukai orang di sekeliling kita. Lebih baik segera meminta maaf dibandingkan harus dipaksa menerima kritikan yang ekstrim dari orang jahil walaupun kita dalam kondisi benar, semoga mampu menjadikan mereka (orang jahil, red) sebagai ‘alim. Lanjut membaca