“Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah”
Kata-kata ini menjadi sangat bersejarah tatkala orang nomor wahid di republik ini mengungkapkannya dalam salah satu pidato heroiknya. Soekarno, presiden pertama NKRI. Mengingatkan kepada bangsa Indonesia akan pentingnya sejarah perjalanan bangsanya sendiri. rangkaian kata yang menyulut semangat nasionalis yang independen. Potret sebuah bangsa yang memiliki orator sekaligus penentu kebijakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Semenjak 60an tahun silam, bangsa Indonesia menjadikannya sbagai semangat. Tetapi bukan itu yang ingin saya sampaikan dalam suasana heroik ini. Sejarah bangsa Indonesia tidak terlepas dari peran umat Islam yang pada kenyataannya merupakan kaum penentang akan penjajahan di bumi pertiwi. Ya, kaum Muslim Nusantara dalam masing-masing wilayah tempat tinggalnya. Tidak mengakui kekuasaan yang dimiliki orang asing (apalagi Nasrani). Inilah, sejarah bangsa Indonesia semenjak dahulu. Terlepas adanya pengaruh kepercayaan lain seperti Hindu, Budha, maupun Animeisme.
“Apakah mereka tidak menjelajahi bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang dialami) orang-orang yang sebelum mereka? Orang-orang yang lebih kuat daripada mereka (sendiri).” (Q 30:09) Lanjut membaca →
Like this:
Be the first to like this post.