Man Jadda Wajadda, N5M sangat inspiratif

Film yang sarat dengan inspirasi tentang tekad, kerja keras, dan persaudaraan.

Man Jadda Wajadda. Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil.

Bangsa Indonesia membutuhkan spirit Man Jadda Wajadda ini agar bisa bangkit dari keterpurukkan dan menyongsog kejayaan bangsa. Karena hanya orang-orang yang punya optimisme dan penuh semangat bekerja keras membangunlah yang bisa mengubah nasib bangsa ini.

Film yang diangkat dari novel berjudul sama ini, berkisah tentang generasi muda bangsa ini yang penuh motivasi, bakat, semangat, dan optimisme untuk maju dan tidak mau menyerah. Ini bukan sekedar hiburan belaka, namun bagian dari pendidikan berkarakter yang diperlukan bangsa ini.

“Saya bisa, Kudu bisa, Pasti bisa,” Pak Ahmad Heryawan.

Mengambil teladan dari film ini seperti yang disampaikan gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, sangat penting untuk mewujudkan karakter bangsa Indonesia. Optimisme, Cita-cita besar, dengan segala akhlakul karimah dalam kehidupan. Bagaimana seorang anak berbakti kepada kedua orang tua, tekad untuk membahagiakan mereka. Persaudaraan muslim dari berbagai daerah, dengan asal daerah pemeran cerita yang berkumpul di PM. Model pendidikan di Pondok Madani yang integral, memadukan segala aspek dalam mendidik santrinya. Sehingga muncul semengat dan cita-cita Besar.

Di salah satu kos binaan Mahasiswa muslim Teknik, Muhandis, menjadwalkan nonton bareng film Negeri 5 Menara. “Nonton bareng film bagus, semoga menmberikan inspirasi dan semangat bagi ikhwah, ya… sekalian mempererat silaturahim antar anggota kos binaan.” ungkap salah satu diantara anggota yang juga aktif di SKI.

Aku kelu, kurasa tak mampu

Yaa Allah,

aku masih mengingkari taubat ku yang dulu…

sungguh aku kelu untuk berucap taubat lagi padaMu

aku merasa belum mampu,

aku takut karena merasa masa depan pun serasa aku belum bisa berubah,

ya Allah

bagaimana aku merubah diri ini,

saat sendiri pun malah menjadi hujan pedang dalam nurani,

batin ini merana, melihat nafsu yang masih saja menggelora.

sungguh, aku merasa hari esok dan minggu esok pun, kan tak jauh beda dengan hari ini, Lanjut membaca