7
Jul
Oleh admin pada Hikmah, Tarbiyah. Ditandai:anak kecil, minta maaf. & Komentar
oleh: Bu Tita
Pernah mengajari anak balita untuk meminta maaf ? Setelah ‘berantem’ dengan temannya, mungkin Anda hanya mengatakan, “Ayo baikkan!”, atau “Ayo minta maaf!” Bisakah mereka melakukannya? Mereka pasti tidak mengerti maksud Anda. Saya punya sebuah pengalaman bahwa mengajari meminta maaf kepada si kecil, bisa berhasil.
Suatu hari, seperti biasa saya memandikan putri saya, Syanita (hampir 3 tahun). Dia masih senang menggunakan bak mandi plastik. Selesai mandi, saya bersihkan baknya. Syanita yang sudah memakai handuk, menunggu saya. Biasanya ia masih bermain dengan bebeknya. Tapi pagi itu saya kaget, karena ia bermain dengan sabun. Tangannya disabuni lagi. Wah, saya kesal. Langsung saya rebut sabunnya dengan kasar. Saya pukul tangannya. Saya basuh tangannya dengan air dingin. Ia kaget. Menangis keras. Saya gendong dia masuk ke kamar. Mengeringkan badannya dan mendandani seperti biasa. Ia terus meraung-raung, meronta, membuat saya tambah marah. “Nggak boleh main sabun! Jangan nangis! Diem! Cepet pake baju, dingin!” Kata-kata itulah yang keluar dari mulut saya, sementara puri saya terus menangis. Anak saya juga berteriak, “Ibu nakal! Ibu nakal!” Akhirnya saya mengalah. “Iya, ibu nakal!” Biasanya memang seperti itu. Kalau saya sudah mengaku nakal, nangisnya berhenti.. Lanjutkan membaca
6
Jul
Oleh admin pada Dunia Islam. Ditandai:inggris, muslim. & Komentar
Jumat, 4 Jul 08 17:22 WIB [eramuslim.com]
Shahid Malik, menteri Muslim pertama di Inggris mengkritik kecenderungan makin meningkatnya sikap permusuhan terhadap warga Muslim di negara itu. Ia bahkan mengatakan, kondisi warga Muslim di Inggris sekarang ibarat “orang-orang Yahudi Eropa” yang menjadi target permusuhan orang-orang Eropa.
Malik yang ditunjuk PM Gordon Brown untuk memimpin Departemen for International Development (Dfid) mengatakan, menjadikan warga Muslim sebagai target bulan-bulanan masyarakat dan media sepertinya sudah menjadi hal yang terlegitimasi, tapi tidak untuk kelompok warga minoritas lainnya selain Muslim.
Malik menyatakan, ia bukkanya ingin menyamakan situasi warga Muslim sekarang dengan tragedi Holocaust yang menimpa orang-orang Yahudi di Eropa semasa Perang Dunia II. Tapi ia hanya ingin mengingatkan bahwa saat ini banyak warga Muslim di Inggris yang merasa “seperti orang asing di negaranya sendiri.” Lanjutkan membaca
6
Jul
Oleh mus pada karir. Ditandai:jobs, karir, kerja, loker, lowongan, pekerjaan. 1 Komentar
Situs penyedia info lowongan kerja (1)
Sering saya dimintai teman, sahabat, atau saudara untuk menanyakan adanya lowongan kerja. Baik mereka belum bekerja atau sudah bekerja dan mau cari kerja yang ‘lebih baik’. Kadang saya juga terpikir juga ingin tahu info karir terkini. Dan cara yang paling ampuh untuk adalah dengan menvcari info tersebut di internet.
Maka saya pun memasukkan kata “lowongan”. Klik, 0.46 detik pencarian terdapat ekitar 4,290,000 hasil penelusuran untuk lowongan. Mencengangkan, info begitu besar. Dan ternyata terdapat banyak situs penyedia info lowongan kerja seperti www.datakarir.com, lowongan-pekerjaan.com, jobindo.com, daftarlowongankerja.com, www.lowongan-pekerjaan.net, bursa-kerja.ptkpt.net, www.loker.web.id, www.lowongan.net, www.lowongan.info, www.jobitcom.com, www.gpsjakarta.com, dan masih banyak yang lainnya.
Saya pun mencoba untuk memasukkan kata “karir” dan diperoleh sekitar 2,070,000 hasil penelusuranhanya dalam 0.03 detik. Lagi-lagi begitu besar data yang tersedia. Di sini pun banyak kita jumpai situs penyedia info karir (lowongan kerja), antara lain situs yang cukup terkenal karir.com, ada juga www.datakarir.com, karir.tv, www.karir-up.com, ggkarir.com, detikjobs.org, plazakarir.com, dsb.
Begitu pula keyword “kerja” menghasilkan sekitar 20,000,000 hasil penelusuran. Terdapat id.jobstreet.com, jobindo.com, www.lapangankerja.com, informasikerja.com, lowongankerja.com, www.infokerja.web.id, www.ekarir.com, www.bursakerja-jateng.com, www.nakertrans.go.id, dsb.
Nah, pada zaman yang serba online ini cukup klik di internat maka apa yang kita cari akan mudah kita dapatkan. Lanjutkan membaca
30
Apr
Oleh Yudhy Herlambang pada Motivasi. Tinggalkan sebuah Komentar
Ada sebuah lelucon lama. Tentang seorang yang kehilangan sesuatu di sebuah ruangan yang gelap. Setelah mencari beberapa lama tapi tidak ketemu juga, akhirnya teman orang yang kehilangan tadi berniat ikut membantu, tetapi ia langsung merasa keheranan karena ternyata selama itu orang yang kehilangan tersebut justru mencari di ruangan yang berbeda. Ketika ditanyakan padanya, dengan enteng orang yang kehilangan ini menjawab, “ Kalo nyarinya di ruangan yang tadi susah ketemunya, soalnya gelap. Nah kalo di sini kan lebih mudah karena lebih terang!”
Begitu ceritanya.
Saya tidak tahu apakah antum tertawa, cuma tersenyum atau malah bingung setelah membaca cerita di atas, tapi sejak awal saya memang tidak berniat melucu dengan cerita tadi.
Kadang-kadang, atau bisa jadi sering dalam hidup ini kita berusaha menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi dengan tindakan yang tidak rasional Lanjutkan membaca
25
Apr
Oleh ekopriyanto pada Motivasi, karir. Ditandai:karir, perencanaan. & Komentar
Pembicaraan mengenai karir belum banyak terungkap di kalangan aktivis dakwah. Buktinya? Tanyakanlah kepada 10 orang yang anda kenal sebagai aktivis dakwah (sekolah ataupun kampus) mengenai apa yang akan mereka lakukan setelah menyelesaikan studinya? Lebih kongkrit lagi, apa sih pekerjaan yang akan mereka tekuni untuk mendapatkan penghasilan? Saya yakin, paling tidak saya pernah bertanya kepada lebih dari 10 orang aktivis kampus, dari sepuluh orang itu yang bisa menjawab secara meyakinkan paling banyak hanya satu orang. Yah, satu orang!
Banyak hal yang bisa diungkapkan untuk menjelaskan fenomena ini. Satu diantaranya adalah, ketidakjelasan orientasi masa depan, terutama yang berkaitan dengan sumber penghasilan kita, ya karir itu. Padahal, kalau kita mengetahui peran dan fungsi karir dalam aktivitas sebagai da’i, optimalisasi dan efektivitas kita sebagai daâ€TMi akan sangat terbantu bila kita memahaminya. Lanjutkan membaca
23
Apr
Oleh admin pada Curhat. Tinggalkan sebuah Komentar
Assalamu’alaikum. . . .
Setelah beberapa jam ini aku kembali ke Purwokerto (baca: puertorico,
red), selain ku hirup segarnya embun pagi bersuhu 20 C, tentu saja
kehangatan keluarga menjadi menu sarapan pagi ini. Namun, minggu pagi
ini, sepertinya ada nuansa yang telah berbeda yang terjadi. . . .
kubuka kembali hardisk dalam kepalaku yang mungkin sekarang hanya
berkapasitas tidak lebih dari 1 Giga, he. . .he. . ., maklum dah lama
ga buat nge save pengetahuan ilmiah., namun aku bisa jamin, RAM yang
ada semakin betambah, ya mungkin 4-5 Giga lah. . . .
sejak lahir sampai 8 Desember 2007 kemarin, Aku hidup di lingkungan
kampus, maksudku, rumahku persis di dalam lingkungan UNSOED, itu lho
salah satu universitas yang ternama di dunia,dan pasti seluruh lapisan
masyarakat di dunia (baca: di Purwokerto dan sekitarnya), tau tentang
UNSOED, yah Jendral Soedirman University (eh pake s apa c ya??). yah,
ga sombong lho, dikotaku juga ada univ. laen yg, memang sih kelasnya
masih dibawah UNSOED, misalnya UNDIP (Universitas DiPurwokerto) dan
UGM (Univ. Gendral Mudirman). trus ketika masa hidupku ada di fase
kuliah, jadi orang kuliahan gitu, aku menjalaninya di UNS Solo, itu
tu, univ. yang kata bapak rektor UNS adalah Univ. Nomer Satu. Tapi
faktanya Univer. Nomer Sekian . . .(sembilan ato sebelas ato sembilan
puluhan ya??!!). UNS tuh lebih dikenal sebagai ITB (Institut Tepi
Bengawan) or IPB (Ins. Pinggir Bengawan). . .sudahlah, masalah nama
biar waktu yang akan. . . . .terus berjalan
Lanjutkan membaca
20
Apr
Oleh shalahuddin s pada Info, Motivasi. Tinggalkan sebuah Komentar
Suatu malam ada dua orang sahabat berkeinginan untuk dapat berangkat pagi ke kantor. Sahabat A berdoa agar dapat bangun sepagi mungkin. Sahabat B berdoa agar dapat bangun jam 4 pagi, sambil memasang alarmclock di HP-nya. Apa yang terjadi?. Ternyata si A bangun kesiangan dan terlambat ke kantor, sedangkan si B bangun jam 4, sembari dapat sholat malam dan dapat pergi ke kantor tepat waktu.
Pentingnya sebuah visi akan membawa kesuksesan di kemudian hari. Allah berfirman “Dan perhatikanlah apa yang akan engkau kerjakan esok hari…”.
Karenanya, setiap orang harus mempunyai pedoman yang kuat dan nyata tentang bagaimana kondisi finansial ke depan. Sebagai contoh pada usia ke-25, harus sudah lulus kuliah dan bekerja. Pada usia ke-30 harus sudah menikah. Pada usia ke-45 berangkat ke tanah suci dan seterusnya. Ini semua membutuhkan perencanaan yang matang dan tentu saja semua perencanaan akan kembali pada ALLAH yang menentukan.
Lanjutkan membaca
18
Apr
Oleh shalahuddin s pada Motivasi, Opini. 1 Komentar
Saat kita kecil mungkin masih ingat rengekan kepada orangtua untuk dibelikan jajanan pada orangtua. ‘Ma… minta uang dong buat beli es doger!”. Hal ini menandakan bahwa sejak kecil kita sudah memahami arti dari finansial/uang sebagai alat pembayaran. Anak-anak masih wajar jika meminta uang pada orangtuanya, tapi akan menjadi aneh apabila mahasiswa yang tidak mau dikatakan anak-anak meminta uang pada orangtuanya dengan alasan apapun. Rasulullah sejak usia yang masih sangat muda pernah menjadi penggembala kambing. Tapi, itulah realitanya…Rasulullah pada saat itu dapat dikatakan bebas secara finansial, karena sudah tidak tergantung pada oranglain. Pribadi Rasulullah inilah yang membuat Khadijah tertarik dengan akhlak beliau yang jujur dalam bekerja dan amanah dalam memegang janji selain beliau juga seorang pekerja keras.
Setelah memahami, lalu bagaimana merancang masa depan yang notabene membutuhkan dana yang tidak sedikit?
Secara alami mahasiswa yang sudah melepas status ‘kemahasiswaannya’ akan berusaha mencari maisyah (penghasilan). Satu-satunya cara adalah dengan bekerja. “Langit tidak akan menurunkan hujan dinar ketika berdoa” itulah teguran Umar Bin Khattab kepada pemuda yang hanya mengandalkan doa saja tanpa mau berusaha.
Sehingga orang yang sudah bekerja akan timbul IZZAH dalam dirinya di hadapan orang lain (terlebih calon mertua…). Lanjutkan membaca
16
Apr
Oleh admin pada Tarbiyah. Tinggalkan sebuah Komentar
Ust. Habibullah Lc
Jika masih perduli dengan nasib dan masa depan umat, umat Islam tidak boleh apriori dengan politik. Bahkan umat Islam harus berpolitik untuk bisa menegakkan al-haq dan menumpas kebathilan. Namun yang perlu ditekankan di sini adalah keikutsertaan umat Islam dalam politik, tidak harus ditunjukkan dengan keterlibatan mereka di dalam partai politik.
Hal tersebut diungkapkan Ustadz Habibullah Lc dalam acara silahturahmi dengan Eramuslim, Rabu sore (9/4) di Jakarta, mengupas tema “Kemenangan Umat Islam.”
Ustadz Habibullah mengingatkan, dalam kerangka politik untuk kepentingan umat, umat Islam harus mengedepankan akhlak, persatuan umat, berpegang teguh pada tali Allah, dan tidak terpecah-belah. Hal inilah yang menurutnya, belum dijumpai dalam perpolitikan partai-partai Islam di Indonesia sekarang.
Ustadz Habibullah menilai, parpol-parpol Islam yang ada sekarang di negeri ini, terlalu bernafsu untuk menjadi pemenang dan duduk sebagai wakil-wakil di pemerintahan, tanpa memperhatikan pemikiran-pemikiran politik apa yang akan dikembangkan, kualitas sumber daya manusia, akhlak pejabatnya, dan cetak biru untuk meraih kemenangan secara menyeluruh, baik dari sisi politik maupun ekonomi. Lanjutkan membaca
Komentar Terakhir